Contoh Laporan Mubaligh Hijroh


KATA PENGANTAR

Segenap rasa puji dan syukur kami panjatkan kepada Sang Penguasa Alam, Allah swt., yang hanya karena nikmat dan karunia-Nya lah hingga saat laporan ini ditulis, kami masih diberi kesempatan untuk tetap bisa memanfaatkan waktu dan tenaga untuk mencoba menyelesaikan laporan dari kegiatan Muballigh Hijrah yang kami jalani mulai tanggal 1 sampai 25 Ramadhan 1431 H ini.

Shalawat dan salam semoga tetap mengalir dan tercurahkan kepada pemimpin kita Muhammad Al-Amin, karena beliaulah saat ini kita dapat menikmati manis dan indahnya hidup di bawah naungan cahaya Islam.

Alhamdulillah, berkat pertolongan dan kekuatan yang diberikan Allah swt. kepada kami, akhirnya pada kesempatan kali ini kami dapat menyelesaikan tugas yang telah diamanahkan kepada kami selama 25 hari ini. Semoga bersamaan dengan selesainya tugas Muballigh Hijrah ini, dakwah kami tidak berhenti sampai di sini saja. Harapan kami semoga tugas Muballigh Hijrah ini menjadi permulaan dakwah dan akan terus berlanjut hingga bumi menelan dan menyimpan jasad kami, yang kemudian akan digantikan oleh generasi baru yang lebih baik dan mampu menegakkan syari’at Islam di bumi Allah ini. Amin.

Akhir kata, kami akan memaparkan beberapa laporan kegiatan Muballigh Hijrah yang telah kami lakukan selama 25 hari Bulan Ramadhan di Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul. Semoga sedikit laporan kegiatan ini dapat mendatangkan manfaat bagi kita.

 

 

Yogyakarta, 30 September 2010

 

Peserta Muballigh Hijrah Pundong

LAPORAN AKHIR MUBALIGH HIJROH

BAB 1 : GAMBARAN UMUM LOKASI

  1. Letak Geografis Lokasi

Lokasi Mubaligh Hijrah yang kami tempati yaitu Masjid Asy-Syakirin yang terletak di dusun Gulon, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul. Jarak dusun Gulon berkisar 15 km dari pusat Kota Bantul, atau sekitar 20 menit bila ditempuh dengan sepeda motor.

Pundong merupakan daerah yang terletak di bagian selatan Kabupaten Bantul. Daerah ini merupakan sebuah kecamatan yang terdiri dari 3 desa yaitu Seloharjo, Panjangrejo dan Srihardono. Daerah dengan kondisi persawahan yang sangat subur tersebut menjadikan masyarakat yang tinggal gemar bercocok tanam.

  1. Kondisi Masyarakat

Tingkat religiusitas pada dusun ini sangatlah rendah, hal ini terbukti dengan minimnya pengetahuan tentang keagamaan. Salah satu faktor penyebab minimnya tingkat religiusitas pada daerah ini adalah jumlah masjid dan mushalla yang terlalu banyak serta kurangnya tenaga atau pemuka agama, sehigga masjid dan musholla tersebut menjadi kurang terarah dan kurang terkontrol serta kurang efektif dalam pemanfaatan dan penggunakan.

Untuk kondisi masyarakat di daerah Pundong tepatnya desa Gulon mayoritas sebagai petani dan wiraswasta, namun ada sebagian pegawai negeri.

  1. Kondisi Pimpinan Ranting Muhammadiyah

Pimpinan  Ranting Muhammadiyah  Srihardono mempunyai 3 wilayah binaan yang masing masing berpusat di masjid, yaitu Potrobayan, Gulon dan Santan. Namun demikian PRM berusaha dengan intensif untuk melakukan pembinaan terutama di daerah Potrobayan yang notabene dijadikan wilayah rawan kristenisasi.

Muhammadiyah sebagai  gerakan dakwah islam patut untuk mewaspadai dengan kegiatan kegiatan yang dilakukan oleh misionaris-misionaris seperti yang pernah dilakukan yaitu umat kristen mengadakan Qurban dan syawalan yang  mengatasnamakan islam.

Sedangkan secara umum, kondisi yang dialami PRM adalah :

  1. Terbitnya parpol yang  telah menyerap kader muda, sehingga secara tegas muhammadiyah memberi pilihan untuk tetap berada di muhammadiyah atau berpindah ke parpol. Dan sebagian dari generasi lebih memilih bersama parpol.
  2. Adanya krisis ghiroh dalam bermuhammadiyah, terutama remaja yang sampai sekarang belum mempunyai wadah yang jelas seperti IPM.

Sedangkan hasil yang telah diperoleh PRM diantaranya:

  1. Berkembangnya pergerakan Nasyiatul ‘aisyiyah dengan pertemuan rutinnya.
  2. Sumber Daya Manusia telah banyak yang menempuh pendidikan formal, sehingga  harapannya membawa muhammadiyah dengan baik untuk kedepannya.
  3. Sedang melakukan proses pembangunan  Patiasuhan yatim piatu.

BAB II : PROGRAM MASJID DAN PERMASALAHANNYA

  1. Jamaah Masjid

Jamaah di dominasi oleh kaum tua dan anak-anak kecil, keberadaan remaja dan orang dewasa yang umurnya berkisar 25-50 sangatlah jarang ditemui. Hal ini juga menjadi salah satu penyebab kurangnya kegiatan keagamaan di bulan romadhon.

Masalah ini berlaku tidak hanya di bulan ramadhan saja, di bulan-bulan lainnya masjid Asy-Syakirin pun sepi dari jamaah dan kegiatan.

  1. Remaja Masjid

Remaja masjid atau yang lebih dikenal remas, tidak terdapat pada Masjid Asy-Syakirin. Remaja-remaja setempat cenderung berkumpul dan memiliki kegiatan di Musholla Al-Fatah  yang berjarak sekitar 200 meter dari Masjid Asy-Syakirin.

  1. Program dan Kegiatan Masjid

Program dan kegiatan yang biasa diselenggarakan oleh Masjid Asy-Syakirin

Pada bulan ramadhan, agaknya kegiatan yang terselenggara lebih beragam. Shalat tarawih berjama’ah dan juga kultum sebelum shalat tarawih yang diberikan secara rutin. Pada sore hari dilaksanakan kegiatan TPA (Taman Pendidikan Al-Quran) dan ceramah menjelang waktu berbuka puasa yang kemudian dilanjutkan dengan acara buka puasa bersama di musholla. Dan di subuh hari, selain shalat subuh berjama’ah juga diadakan pengajian yang dilaksanakan setiap hari tiap selesai shalat subuh.

  1. Sarana dan Prasarana Masjid

Dalam hal sarana dan prasarana, Masjid Asy-Syakirin dapat dikatakan cukup. Masjid tersebut telah memiliki fasilitas-fasilitas dasar yang lazimnya dibutuhkan walaupun tentu saja masih memerlukan beberapa perbaikan dan pengembangan. Beberapa hal yang harus diperhatikan dan ditindaklanjuti antara lain tidak adanya hijab untuk tempat wudhu wanita dan hijab sholat.

  1. Keuangan masjid

Berdasarkan administrasi keuangan masjid Asy-Syakirin, keuangan terdapat dari dana sukarela infak dan sadaqah dari para jama’ah atau warga sekitar.

  1. Taman Pendidikan Al-Quran

Taman Pendidikan Al-Qur’an memang sudah ada di Masjid Asy-Syakirin. Untuk program TPA pada Bulan Ramadhan ini, jadwal pelaksanaan kegiatan ditentukan oleh murid-murid TPA. Namun beberapa waktu kemudian kami mengkoordinasikan jadwal yang sekiranya lebih sesuai dan efektif  kepada Ibu RT setempat dan alhamdulillah disetujui. Murid yang mengikuti kegiatan TPA ini berjumlah 30 orang.

Materi yang disampaikan yaitu pendampingan baca Iqra’ dan Al-Qur’an, tutur kisah-kisah, mewarnai gambar dan lagu-lagu anak Islami.

  1. Pengajian-Pengajian

Pengajian yang dilakukan diantaranya:

  1. Pengajian  selapanan (yasinan)
  2. Pengajian  tiap minggu ke 2 dan ke 4.
  3. Pengajian dan arisan khusus ibu ibu

Penagajian ini telah berjalan dan dalam perkembangannya tidak hanya bertempat dimasjid, namun bergilir ke rumah warga. Akan tetapi yang menjadi kendala kajian yang dilakukan kurang bisa menarik khususnya bagi kaum muda.

Pengajian-pengajian yang diadakan di masjid Asy-Syakirin khusus di bulan Romadhon dilaksanakan setiap minggu ke 2 dan ke 4. Pengajian warga dusun Santan itu terbagi dari minggu ke 2 khusus pengajian ibu-ibu dan diakhiri buka bersama. Dan minggu ke 4 khusus untuk bapak-bapak dan diakhiri buka bersama. Namun, untuk hari-hari selain bulan romadhon tidak ada pengajian di dusun itu.

  1. Permasalahan-Permasalahan yang Ada

Kami menemukan bergai masalah yang menghambat jalannya program, diantaranya yaitu:

  • Kurangnya pemuka agama yang menyokong perkembangan religiusitas di daerah tersebut. Dengan hanya 1 imam dan khotib di setiap hari, maka akan menimbulkan suasana kejenuhan di benak jamaah atau masyarakat. Sehingga akan mempengaruhi perkembangan tingkat religiusitas dan pengetahuan keagamaan di wilayah tersebut.
  • Remaja di sekitar dusun santan kurang peduli pada perkembangan dan kegiatan yang berlangsung di masjid Asy-Syakirin, hal ini dikarenakan karena banyaknya remaja yang meneruskan pendidikan di luar kota.
  • Tidak adanya hijab di musholla, sehingga jamaah laki-laki dan perempuan hanya dipisahkan dengan satu shaf saja.
  • Tidak tersusunnya program selama bulan ramadhan, sehingga kegiatan yang berlangsung selama bulan ramadhan pun menjadi tidak teratur.

BAB III : PELAKSANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN

  1. Program Pendampingan Ramadhan

Program pendampingan yang telah kami laksanakan selama Bulan Ramadhan adalah sebagai berikut:

v  Taman Pendidikan Al-Quran

Taman Pendidikan Al-Quran atau yang lebih sering disebut TPA ini berlangsung selama tiga hari setiap minggunya, yaitu dari pukul 16.30 hingga menjelang adzan Maghrib kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan sholat Maghrib berjamaah. Materi yang disampaikan yaitu pendampingan baca Iqra’ dan Al-Qur’an, tutur kisah-kisah, doa sehari-hari, mewarnai gambar dan lagu-lagu anak Islami.

v  Tadarus Al-Qur’an

Tadarus Al-Qur’an ini diadakan setiap hari setelah Sholat Tarawih berjamaah, pesertanya adalah remaja dan ibu-ibu setempat dan terdapat satu kelompok tadarus lain yang diikuti oleh para sesepuh setempat. Tadarus dimulai dengan membaca ayat suci Al-Qur’an bersama-sama lalu diteruskan dengan membaca ayat suci Al-Qur’an selanjutnya secara bergantian dengan disimak oleh peserta lainnya. Kami secara bergantian mendampingi kegiatan tadarus ini dan memberikan beberapa pelajaran tajwid dasar.

v  Training Motivasi

Pada hari Ahad tanggal 19 Ramadhan, kami mengadakan acara Training Motivasi yang penyelenggaraannya ditujukan untuk anak-anak dan remaja pada khususnya dan untuk masyarakat sekitar pada umumnya. Acara ini berlangsung mulai pukul 09.00 sampai pukul 11.00 WIB. Pengisi acara ini adalah seluruh peserta Muballigh Hijrah di Pundong dan menghadirkan Saudara Alvis dan Saudara Lukman yang juga merupakan peserta Muballigh Hijrah di Depok.

v  Traning shalat khusuk’

Acara ini dilakukan awal september dengan pembicara dari ‘shalat center’ dengan peserta 2 masjid dan 2 mushala mengambil waktu ba’da shalat terawih.

Alhamdulillah acara ini berjalan dengan sesuai yang diinginkan ditandai dengan banyaknya jamaah yang mengikuti dan antusias jamaah terhadap materi yang diberikan, karena ada sedikit permainan,praktik dan muhasabah diri.

  1. Program pengembangan Masjid

Masjid Asy-Syakirin sebagian besar dikelola oleh pengurus RT setempat namun belum dilengkapi dengan penanggungjawab-penanggungjawab yang terstrukturisasi. Barang-barang perlengkapan masjid juga belum diadministrsikan dengan baik. Kami mencoba untuk melengkapi beberapa barang inventaris yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan-kegiatan masjid ini.

  1. Program Pendampingan Masyarakat

Program pendampingan masyarakat yang selama ini kami ikuti adalah sebagai berikut:

v  Pendampingan di Pondok Pesantren Darul Fatihah

Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah di PONPES Darul Fatihah yang sekaligus menjadi tempat tinggal selama kegiatan mubalugh hijrah.

PONPES Darul Fatihah ini merupakan pondok pengembangan masyarakat, meski sebenarnya ini adalah panti asuhan yatim piatu yang telah berdiri sekitar 5 tahun yang lalu, namun baru pada tahun inidiadakan penginapan santri sehingga pelaksanaan program lebih maksimal.

PONPES Darul fatihah ini mempunyai sekitar 150an anak yatim piatu, namun baru 11 saja yang mampu di inapkan dan dibiayai sekolahnya, hal ini karena belum ada tempat yang cukup untuk menampung dan sekarang dalam proses pembangunan gedung hasil wakaf dari masyarakat disana.

Diantara program yang kami lakukan disana adalah:

v  Kultum yang dilakukan setelah shalat fardlu dengan jadwal yang bergantian dengan ustadz dan santri disana.

v  Training

Training yang dilakukan diantaranya training berorganisasi, training kepemimpinan. Hal ini diharapkan mampu menjadi nilai tambah santri dalam mengelola organisasi kesantrian.

v  Kreatifitas

Dengan melihat keuletan dan ketelatenan santri, maka bersama sama kami membuat ketermpilan berupa bunga dari kertas krep yang dibungkus plastik parsel yang nantinya mempunyai nilai jual untuk menambah uang saku sntri.

Bimbingan belajar dilakukan saat santri mempunyai kesulitan dalam pelajaran atau saat menjumpai pekerjaan rumah seperti matematika, bahasa indonesia, kesenian dll.

Adapun kegiatan yang lainnya antara lain :

v  Penyediaan sarana untuk menonton film bersama di Pesantren Daarul Fatihah dan TPA, dilanjutkan dengan pendampingan untuk mendiskusikan film tersebut.

v  Bimbingan belajar dengan anak-anak murid TPA setempat, kegiatan ini biasanya dilaksanakan pada siang hari sampai menjelang waktu Sholat Ashar.

v  Penyampaian materi-materi organisasi dan pendampingan pelaksanaannya di Pesantren Daarul Fatihah. Pesantren ini telah memiliki struktur organisasi yang diberi nama OSAMA (Organisasi Santri Asrama), namun sempat mengalami beberapa perubahan karena suatu sebab.

v  Pendampingan pembuatan majalah dinding di Pesantren Daarul Fatihah.

v  Pengadaan latihan Tapak Suci untuk santri-santri Pesantren Daarul Fatihah. Kegiatan ini dilaksanakan pada sore hari dan bertempat di lapangan terdekat.

v  Pembinaan santri-santri Pesantren Daarul Fatihah pada acara outbond di Pantai Depok dan dilanjutkan dengan acara buka puasa bersama di salah satu rumah makan.

v  Penyampaian kuliah Shubuh di Pesantren Daarul Fatihah.

v  Pendampingan pengadaan musyawarah bersama remaja setempat untuk merencanakan kegiatan yang secara khusus hanya melibatkan remaja setempat.

v  Pendampingan program Ramadhan di SD Panggang. Program ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 16 Ramadhan, dilanjutkan dengan acara buka puasa bersama dan sholat Maghrib berjamaah. Peserta kegiatan ini adalah murid kelas IV, V dan VI SD Panggang. Materi yang disampaikan adalah materi pendampingan murid-murid untuk memahami dan menyikapi tren-tren yang sedang berlangsung dewasa ini.

PENUTUP

Alhamdulillahirabbilalamin, rasa syukur yang tak terhingga kami haturkan kehadirat Allah swt., karena izin-Nya lah akhirnya kami dapat menyelesaikan laporan kegiatan Muballigh Hijrah ini sehingga sekarang telah berada di tangan Anda untuk dibaca dan dikritisi.

Kami sangat mengharapkan perbaikan-perbaikan sehingga laporan ini dapat menjadi lebih baik dan dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi banyak pihak yang berkepentingan. Akhir kata, kami ucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya bagi seluruh pihak yang telah turut berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan kami dan juga dalam proses penyusunan laporan ini. Terimakasih juga untuk dukungan dan bantuan yang sangat bermanfaat bagi kami, semoga menjadi amal yang berlanjut. Amin.

Lampiran 1

SUSUNAN TAKMIR MASJID ASY-SYAKIRIN

Dusun Santan, Kecamatan Pundong

Ketua Takmir                            :Nuryanto

Bendahara                                 : Ismanto

Sekretaris                                  : Warjono

Anggota-anggota :

  1. Ka. Bidang Humas       : Parjio
  2. Ka. Pembangunan         : Misdiono
  3. Ka. Dakwah                  : Suyanto

Lampiran 2

STRUKTUR PIMPINAN RANTING MUHAMMADIYAH SRIHARDONO

Ketua umum   : Subardi

Ketua I                        : Djasadi

Ketua II          : Drs. Umar sahid

Sekretaris I      : Haryono, Spd

Sekretaris II    : Wajiran

Bendahara I    : Badri

Bendahara II   : Suraji, Spd

Bagian-bagian

  1. Kepala bagian Tabligh            : Drs. Agus SR
  2. Kepala bagian PKS                 : Sutamto
  3. Kepala bagian ekonomi           : Jaswandi
  4. Kepala bagian wakaf              : H.Wiji
  5. Kepala bagian pustaka            : Warsono
  6. Kepala bagian SDI                  : Budi susamto
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 557 other followers

%d bloggers like this: