Festival Rebana RRI Pekanbaru, Melestarikan Seni Bernafaskan Islam


Suasana kompetensi diantara Stasiun RRI di daerah terus bergulir yang melahirkan kreatifitas dan gagasan. RRI pekanbaru yang dipimpin Boy Masse 17 dan 18/4 menyelenggarakan Festival Rebana sebagai ajang pelestarian seni bernafaskan Islam, sekaligus menjadi RRI Pekanbaru sebagai pusat kegiatan seni. Tidak kurang dari 32 group rebana yang ada di daerah tersebut sebagai peserta dan mendapat sambutan masyarakat dan pemerintah daerah. Buktinya Walikota Pekanbaru Herman Abdullah datang khusus untuk festival, kata reporter Zainal Hady kepada infosketsa.

Peserta festival Rebana saling memperlihatkan kebolehannya di ruang Serba Guna RRI Pekanbaru. Dalam penyelenggaraan Festival ini RRI Pekanbaru tidak sendiri, tetapi melibatkan Badan Kontak Majlis Taklim (BKMT) Pekanbaru sebagai wujud kemiteraan yang dibangun selama ini, dan didukung oleh sejumlah sponsor.

Boy Masse Kepsta RRI Pekanbaru.

Dalam sambutannya Walikota Pekanbaru HERMAN ABDULLAH, mengatakan keberadaan group Rebana di Kota bertuah sangat mendukung untuk merekat persatuan umat karena kesenian Rebana lebih bernuansa Islami yang menyejukkan umat.

Untuk lebih mengembangkan kesenian Rebana di Kota Pekanbaru, Walikota HERMAN ABDULAH menyediakan piala bergilir untuk diperebutkan setiap tahunnya melalui Festival Rebana RRI Pekanbaru.

Group Rebana yang keluar sebagai juara pertama akan diundang untuk tampil pada peringatan hari jadi kota Pekanbaru BOY MASSIE S.Sos, mengatakan sebagai radio milik public RRI memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyalurkan minat dan bakatnya seperti berkesenian.

Dari 32 group yang ikut dalam festifal Rebana tersebut, 31 group yang anggotanya wanita dan hanya satu group yang beranggotakan laki-laki. (Zainal Hady-RRI Pekanbaru)

Komentar: bahwa kesenian budaya di Indonesia bermacam-macam terutama di kota pekanbaru yaitu Rebana seni budaya yang Islami, dimana arti Rebana sendiri ialah perpaduan kelompok vocal dengan kelompok music ferkusi (pengiring dalam suatu permainan musik), yang terdiri dari qasidahan dan rebana atau terbang. Rebana adalah alat music yang terbuat dari kulit kambing yang dikeringkan dan memiliki sejarah yang demikian tua. Qosidah Arabian pada zaman kuno disebut Qasa’id yang artinya irama vocal, isi syair serta bentuknya selalu terkait tradisional. Bahwasanya masyarakat Madinah pada abad ke-6 telah menggunakan rebana sebagai music pengiring dalam acara penyambutan atas kedatangan Nabi Muhammad Saw yang hijrah dari Makkah. Masyarakat Madinnah pada masa itu menyambut kedatangan Beliau dengan Qasidahan Thaala’al Badru yang diiringi dengan Rebana, sebagai ungkapan rasa bahagia atas kehadiran seorang Rasul ke bumi. Kemudian selain itu Rebana digunakan sebagai sarana dakwah para penyebar Islam. Dengan melanturkan syair-syair indah yang diiringi Rebana, pesan-pesan mulia agama Islam mampu dikemas dan disajikan lewat sentuhan seni artistik musik Islami yang khas. Memang Rebana adalah kesenian budaya Islam yang berupa Qosidah yang luar biasa apabila suara orang jika dikombinasikan dengan musik gendang dll akan menghasilkan perpaduan yang lebih bagus.

Kekurangan milik kita semua, dan kelebihan milik Allah semata,.

Pukta in universitas terbaik

Tags: ,

2 Responses to “Festival Rebana RRI Pekanbaru, Melestarikan Seni Bernafaskan Islam”

  1. Health Tips Says:

    kangen PekanBAru…dah hampir 6 tahun lalu kesana…..

  2. topiknugroho Says:

    klu mau kesana ajak ajak lah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: