Pengaruh Pendidikan Islam Terhadap Persatuan Dan Kesatuan Bangsa


Pendidikan islam Indonesia dipengaruhi oleh beberapa organisasi politik islam di Indonesia yang awalnya berdiri adalah Sarikat Dagang Islam yang didirikan oleh Haji Samanhudi  yang dibentuk oleh kawan-kawan pedagang dari kota solo pada tanggal 16 oktober 1905 dan berubah menjadi Sarikat Islam pada tahun 1917, Pendidikan pada masa Sarikat dagang islam ini menggunakan politik devide et Impera dimana sistem pendidikannya diselenggarakan dengan membedakan kelas, apabila seorang anak cina dimasukkan pada sekolah kelas dua sedangkan anak priyayi masuk ke kelas tiga.  Pada tahun 1923 Sarekat islam diubah dan disempurnakan lagi menjadi Partai Sarikat Islam Indonesia atau disingkat dengan PSII  yang kemudian pada tahun 1940 terjadi perpecahan menjadi PSII biasa dan PSII kartosoewiryo.[1]

Sementara dari itu banyak berkembang beberapa organisasi- organisasi islam yang mempengaruhi pendidikan islam seperti partai islam Indonesia (PII), partai Islam Masyumi, Partai Muslim Indonesia, maupun bidang yang bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan seperti Al-Islah Wal-Irsyad atau dikenal dengan Al-Irsya, Persatuan Islam Persis, Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah.

Dari beberapa organisasi potik islam itu, lahir beberapa sekolah-sekolah islam pada tahun 1990 dan berkembang sangat pesat dalam usaha pergerakan kemerdekaan dan persatuan bangsa. Sekolah sekolah yang dimaksud adalah sebagai berikut:

– Sekolah-sekolah Serikat Islam

– Sekolah-sekolah Muhammadiyah

– Sumatera Tawalib di Padang Panjang

– Sekolah-sekolah Nahdhatul Ulama

– Sekolah-sekolah Persatuan Umat Islam (PUI)

– Sekolah-sekolah Al-Jami’atul Wasliyah

– Sekolah-sekolah Al-Irsyad

– Sekolah-sekolah Normal Islam

Sementara itu, lahir pendidikan islam yang berbasis pesantren yang merupakan  sebuah lembaga pendidikan khas miliki umat islam di Indonesia dalam mengemban dan menyiapkan generasi penerus sebagai misi dari tugas Khalifah Allah diatas muka bumi.

Sistem pendidikan islam bersistem pondok pesantren ini sudah berkembang sejak  zaman Hindhu-Budha yang dikenal dengan sebutan Ashram yang didalamnya para cantrik yang sekarang dikenal dengan sebutan santri dan para resi atau dikenal dengan sebutan guru. Sistem ini terus berlanjut ketika Indonesia memasuki zaman Islam. Sistem pondok pesantren yang dikembangkan oleh umat islam Indonesia telah banyak memberikan sumbangan bagi nusa dan bangsa dari sejak sebelum masa penjajahan Belanda hingga masa penjajahan belanda. Lewat lembaga pendidikan ini telah dilahirkan kader-kader umat dan bangsa, dimana pondok pesantren ini tercatat sebagai lembaga yang mempelopori menanamkan semangat nasionalisme dan patriot bangsa kepada tanah airnya.  Sistem Pondok Pesantren telah banyak berkembang di Indonesia hingga menjadi Pondok pesantren modern yang bukan hanya mengajarkan agama islam saja akan tetapi juga mengajarkan pendidikan islam dan pendidikan umum yang terkait dengan pendidikan karakter . Seorang santri bukan hanya bisa membaca al-Qur’an, mengkaji kitab, belajar fiqh dan ushul fiqh saja akan tetapi juga dapat mengoperasikan teknologi modern seperti komputer, mengenal pendidikan umum yang lebih luas yang disertai dengan lab fisika dan computer.[2]

Selain Itu Pesantren adalah salah satu lembaga yang merupakan bagian struktural internal pendidikan Islam di Indonesia yang diselenggarakan secara tradisional yang telah menjadikan Islam sebagai cara hidup. Sebagai bagian struktur internal pendidikan Islam Indonesia, pesantren mempunyai kekhasan, terutama dalam fungsinya sebagai institusi pendidikan, di samping sebagai lembaga dakwah, bimbingan kemasyarakatan, dan bahkan perjuangan bangsa Indonesia melawan kebodohan dan penjajahan di Indonesia.

Prof. Dr. Mukti Ali (1987) menyebutkan beberapa identifikasi terhadap pola dan system yang digunakan sebagai pendidikan Islam tradisional Pesantren sebagai berikut:

  • Adanya hubungan keakraban antara kyai dan santri
  • Tradisi ketundukan dan kepatuhan seorang santri terhadap kyai
  • Pola hidup sederhana (zuhud)
  • Kemandirian atau independensi
  • Displin yang ketat
  • Berani Menderita untuk mencapai tujuan
  • Kehidupan dengan tingkat religiusitas yang tinggi[3]

Dari identifikasi diataslah sistem pendidikan pesantren dapat diketahui  yang mempunyai keunikan khusus terhadap sistem pendidikan islam sekolah dan yang lainnya. Jika kita lihat dan dihubungkan dengan manajemen kultural maka  pendidikan pesantren ini merupakan salah satu basis, pusat pengembangan ajaran umat islam yang terkait dengan nilai, keyakinan dan budaya. Hubungan emosional  dan kedekatan antara kiayi dan santri inilah yang mendukung keberhasilan pendidikan sistem pesantren karena hubungan kyai dan santri layaknya hubungan ayah dan anak yang mempunyai keterlibatan emosional yang khusus disertai dengan sikap ketundukan santri kepada kyai.

Selain itu gaya kepemimpinan kyai ini juga dapat mempersatukan semua unsur watak santri yang berbeda-beda dari masing-masing daerah dan potensi yang dimiliki oleh seorang santri  yang bermanfaat bagi masyarakat publik.

Pengaruh pendidikan islam  terhadap kemerdekan dan persatuan bangsa ini merupakan usaha umat islam dalam mengembangkan peserta didik menjadi manusia suutuhnya, berakhlak mulia dan berbuat baik pada kehidupan sehari-hari dan memiliki rasa bertanggung jawab dan cinta tanah air seperti  yang terdapat pada lambang negara Indonesia baik dari pancasila dan undang-undang dasar 1945.


[1] Musthafa kamal pasha, dkk,2005. Muhammadiyah Sebagai Gerakan Islam. Hal 77-79

[2] Ibid hal 102

[3] Haedari, dkk. 2004. Masa Depan Pesantren…,hal. 14-15 atau lihat Mukti Ali. 1987. Beberapa Persoalan Agama Dewasa ini. Jakarta: Rajawali press., hal. 5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: